'Nuklir belum aman di Indonesia'
oleh : Ratna Ariyanti
Cetak Kirim ke Teman Komentar
JAKARTA (Bisnis): Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengatakan program nuklir belum aman untuk diimplementasikan di Indonesia.
Pada awalnya, lanjut dia, dirinya mendukung ide pendirian pusat reaktor nuklir sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Tapi kemudian dia mengaku berubah pikiran setelah mendengar penjelasan dari Badan Meteorologi dan Geofoisika yang menyatakan Jawa merupakan daerah yang rawan gempa.
Gus Dur mencontohkan bahwa di negara seperti Jepang yang menempatkan prinsip kehati-hatian sangat tinggi telah menutup 70 proyek nuklirnya.
"Lihat proyek Chernobyl, sebanyak 800.000 orang harus merasakan dampak dari pendirian pusat reaktor nuklir tersebut," ujar dia seusai membuka acara seminar internasional program nuklir Iran.
Dia mengatakan jika Indonesia akan memulai pendirian pusat reaktor nuklir sebaiknya memilih lokasi di pulau-pulau kecil, misalnya Karimun Jawa yang letaknya sekitar 20 km dari Jepara.
Ketika ditanya bagaimana nasib para penduduk yang tinggal di sana, dia menjawab mereka dapat dipindahkan. Mengenai lokasi yang tepat untuk didirikan pusat reaktor nuklir itu, apakah di Jawa atau di luar Jawa, Gus Dur mengatakan, "Kita lihat saja nanti." (er)
Cetak Kirim ke Teman Komentar
bisnis.com
Categories
- About Edutour (6)
- Beasiswa (2)
- Breaking News (2)
- India (1)
- Iptek (1)
- News (8)
- Parenting (1)
- Pencerahan (2)
- Penerimaan-Mahasiswa-Baru (1)
- Research (1)
- Sekolah-Kedinasan (1)
- White Paper (12)
Blog Archive
-
▼
2008
(23)
-
▼
April
(11)
- Mahalnya Dana Pemantau UN..!
- Selamat Melaksanakan UN 2008 - Semoga Sukses
- Krisis Pangan Dunia Dapat Mempengaruhi Pertumbuhan...
- Berpuasa dapat Kurangi Dampak Chemotherapi
- Pemerintah Segera Turunkan Tarif Internet
- Mendiknas Gandeng BIN Pantau Unas 2008
- Rusia akan bangun kompleks antariksa
- 'Nuklir belum aman di Indonesia'
- Aplikasi ebook diharapkan selesai Juni
- Beasiswa di Universitas Bournemouth terbuka
- Tingkat kelulusan UN tahun ini diduga naik
-
▼
April
(11)
Selasa, 08 April 2008
'Nuklir belum aman di Indonesia'
Posted by
Unknown
at
09.49
Labels: White Paper
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar