Baru-baru ini, Crew Edutour melakukan kunjungan ke SMA Plus PGRI Cibinong dalam rangka melakukan riset tentang mutu pendidikan di Indonesia, kami sempat tertegun dengan kondisi fisik maupun non-fisik sekolah tersebut.
Dari segi fisik, sekolah kelihatan rapih dan visual. Setiap ruangan ada sign-board yang standard dengan warna yang menarik, dan yang lebih penting kondisinya terawat. Dari segi non fisik, kami sangat terkesan dengan keramahan dan keterbukaan para guru di sekolah tersebut.
Kedatangan kami disambut oleh Bapak Drs Agus Rohiman (Deputy Senior Kepala Sekolah) dan saat kami menyatakan bahwa tujuan kedatangan kami adalah untuk mengadakan riset tentang mutu pendidikan dikaitkan dengan kebutuhan dunia kerja dewasa ini, Pak Agus langsung bersemangat berdiskusi dengan kami.
Edutour menyampaikan kepada beliau tentang pentingnya kunjungan industri untuk membentuk persepsi yang benar akan dunia kerja dan membantu anak mempersiapkan diri menjadi seorang professional sejak dini. Dengan kata lain, kunjungan industri akan sangat membantu anak didik untuk merancang dan merencanakan masa depannya.
Menyinggung soal mempersiapkan masa depan anak sejak awal, beliau menjelaskan bahwa di SMA Plus PGRI Cibinong, telah dilaksanakan suatu program yang dinamakan dengan MERANCANG MASA DEPAN. Seorang anak yang baru duduk di Bangku kelas-1 akan diwajibkan menuliskan cita-citanya menjadi apakah dia nantinya. Setelah itu, dia harus membuat rencana yang pasti tentang langkah-langkah yang harus dilakukan beserta waktunya untuk sampai pada cita-cita tersebut.
Seorang anak yang ingin jadi Pengusaha Besar misalnya, harus memilih pengusaha yang menjadi modelnya. Setelah itu dia juga diwajibkan hidup satu hari bersama seorang pengusaha yang diidolakan (jika memungkinkan dengan model yang dipilih). Hari tersebut disebut sebagai career day dan siswa harus membuat laporan lengkap tentang aktifitas yang dilakukannya bersama sang pengusaha tersebut.
Tidak berhenti sampai di sini, Pak Agus juga menjelaskan bahwa sekolah ini merupakan sekolah yang terunggul dalam hal CIT di tingkatannya. Bahkan seorang mahasiswa di Amerika pernah tercengang-cengang mendengarkan kemampuan seorang siswa saat mereka chatting.
Sekolah ini juga membuka 14 cabang peminatan untuk mengasah bakat para siswa. Setiap anak diwajibkan memilih bidang yang diminatinya. “Jika seorang siswa ingin memilih band, maka tidak boleh tanggung-tanggung, harus bisa mencipta lagu” demikian tegas Pak Agus.
Sekolah ini sangat terbuka apabila ada sekolah lain yang akan melakukan studi banding. Pak Agus menegaskan, SMA Plus PGRI tidak pernah takut disaingi. Mereka selalu ciptakan inovasi baru. Persaingan membuat lebih sehat, karena akan sering excersise, kira-kira demikianlah cara pandang beliau.
Keprihatinan atas UN
Satu hal yang beliau sangat sayangkan saat ini adalah penerapan sistem UN (Ujian Nasional). Beliau sangat prihatin karena UN seharusnya tidak dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan output pendidikan. UN hanya mengukur unsur kognitif, lalu bagaimana dengan affective dan behaviouristic? Bagaikan orang buta yang memegang gajah hanya kupingnya saja, lalu dia mengatakan bahwa gajah itu lebar seperti daun keladi.
Sukses untuk SMA Plus PGRI Cibinong.
Mari kita bergandeng tangan dalam upaya ”Cerdaskan Anak Bangsa”.
Categories
- About Edutour (6)
- Beasiswa (2)
- Breaking News (2)
- India (1)
- Iptek (1)
- News (8)
- Parenting (1)
- Pencerahan (2)
- Penerimaan-Mahasiswa-Baru (1)
- Research (1)
- Sekolah-Kedinasan (1)
- White Paper (12)
Blog Archive
-
▼
2008
(23)
-
▼
Februari
(8)
- Apa Kata Mereka - Hasil Survey Sekolah
- Edutour Menjadi Partner APINDO
- Edutour Mendapat Dukungan Dinas Pendidikan
- SMA MARDIWALUYA CIBINONG – BARU DAN BERMUTU
- Mengintip Nilai PLUS dari SMA Plus PGRI Cibinong
- Anak SMA Perlu Diberi Keterampilan?
- Tingkatkan Motivasi Belajar melalui Perencanaan ...
- Cita-Cita Edutour
-
▼
Februari
(8)
Rabu, 13 Februari 2008
Mengintip Nilai PLUS dari SMA Plus PGRI Cibinong
Posted by
Unknown
at
08.07
Labels: Breaking News
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar