Sering kali disoroti, mutu lulusan sekolah bahkan perguruan tinggi di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Di satu sisi, jumlah lulusan cukup besar, tetapi sangat sedikit atau hampir tidak ada yang siap kerja atau siap pakai. Di sisi lain, perusahaan sangat kesulitan mendapatkan tenaga-tenaga profesional untuk ditempatkan di perusahaan. Bahkan seringkali perusahaan harus merekruit tenaga asing yang harus dibayar dengan harga yang lebih mahal.
Hal ini tidak lepas dari kurangnya motivasi belajar dari para siswa/i karena minimnya pemahaman atas kebutuhan dunia kerja. Seorang siswa yang duduk di bangku SMA yang ingin bekerja sebagai insihyur di pabrik otomotif misalnya tidak memahami bagaimana seorang insinyur bekerja di pabrik, sehingga dia tidak dapat mempersiapkan diri, sebaggai insinyur yang handal kelak. Padahal, masa sekolah yang cukup panjang harusnya bisa dimanfaatkan, sehingga pada saat lulus (sarjana misalnya), dia benar-benar sudah siap kerja atau menggeluti usaha sendiri.
Steven Covey, pencipta rumus ”TUJUH KEBIASAAN MANUSIA PALING EFEKTIF” menempatkan MULAI DENGAN AKHIR PADA PIKIRAN sebagai langkah kedua dalam membentuk manusia sukses dan berkualitas. Dengan demikian, apabila para siswa/i memahami seperti apa dunia kerja atau dunia usaha yang akan mereka hadapi, dan lebih penting lagi bagaimana mereka harus berperan, tentu saja mereka akan lebih terencana, lebih termotivasi dan lebih bersemangat dalam belajar dan mengembangkan diri.
Apabila pola pikir yang demikian dapat dibangun, maka sekolah dan para guru akan jauh lebih mudah mengarahkan para siswa/i dalam belajar. Mutu lulusan tidak akan diragukan lagi karena akan tercipta proses pembelajaran yang pro-aktif. Kritik terhadap dunia pendidikan tidak perlu dilontarkan lagi karena telah dapat menghasilkan produk yang diharapkan.
Oleh sebab itu, pola pikir yang benar akan dunia nyata, yakni dunia kerja dan dunia usaha sesungguhnya merupakan pra-syarat dasar dalam menciptakan lulusan yang berkualitas.
Pertanyaannya adalah ” Bagaimana cara menanamkan pola pikir yang benar pada anak didik sejak dini?” Berikan mereka pengalaman nyata, bantu para anak merencanakan masa depan mereka.
Categories
- About Edutour (6)
- Beasiswa (2)
- Breaking News (2)
- India (1)
- Iptek (1)
- News (8)
- Parenting (1)
- Pencerahan (2)
- Penerimaan-Mahasiswa-Baru (1)
- Research (1)
- Sekolah-Kedinasan (1)
- White Paper (12)
Blog Archive
-
▼
2008
(23)
-
▼
Februari
(8)
- Apa Kata Mereka - Hasil Survey Sekolah
- Edutour Menjadi Partner APINDO
- Edutour Mendapat Dukungan Dinas Pendidikan
- SMA MARDIWALUYA CIBINONG – BARU DAN BERMUTU
- Mengintip Nilai PLUS dari SMA Plus PGRI Cibinong
- Anak SMA Perlu Diberi Keterampilan?
- Tingkatkan Motivasi Belajar melalui Perencanaan ...
- Cita-Cita Edutour
-
▼
Februari
(8)
Rabu, 13 Februari 2008
Tingkatkan Motivasi Belajar melalui Perencanaan Masa Depan
Posted by
Unknown
at
07.58
Labels: About Edutour
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar